Kid

7 Cara Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik pada Anak

Ini dia cara mengembangkan kecerdasan kinestetik anak!

Salah satu kecerdasan yang dapat dimiliki oleh anak adalah kecerdasan kinestetik. Kecerdasan ini lebih menonjol pada gerak aktif dan olah tubuhnya. Jadi jangan heran jika beberapa anak terlihat kurang menonjol dan kurang berkonsentrasi dalam pelajaran sekolahnya.

Bisa jadi anak justru memiliki kecerdasan kinestetik. Kecerdasan ini bisa ditunjukkan dengan olah tubuh yang terampil, mahir mengontrol gerak tubuh, atletik, menari, kuat dan masih banyak lagi. Anak yang memiliki kecerdasan ini dapat didukung dengan berbagai cara untuk mengembangkannya.

Jadi lebih mendukung apa yang anak tonjolkan untuk masa depannya. Sahabat bisa melihat berbagai cara mengembangkan kecerdasan kinestetik pada anak di bawah ini. Jitaksara sudah menyiapkan apa saja yang bisa Sahabat kembangkan dan bagaimana potensi dari kecerdasan ini. Yuk simak langsung!

1. Bermain dengan anak dan terlibat peran di dalamnya

kecerdasan kinestetik

bytdrama.com

Sahabat bisa mengajaknya bermain sebagai peran pembeli dan penjual atau mungkin dokter dengan pasiennya. Sahabat bisa meminta anak untuk menceritakan perasaannya saat bermain dalam peran tersebut. Biarkan dia menyampaikan apa yang ingin diutarakan dan dengar baik-baik setiap perkataannya.

2. Melatih keseimbangan

amazon.co.uk

Sahabat bisa mengajarinya menari atau meniti papan di lokasi bermain anak. Hal ini dapat mendukung dan melatih keselarasan geraknya. Selain itu juga dapat membantu kekuatan dan kelenturan ototnya semakin lebih baik.

Baca juga: 9 Kecerdasan Majemuk pada Anak yang Harus Diketahui Orang Tua

3. Interaksi dengan alam

hollyhock.ca

Terlibat dengan alam juga merupakan kegiatan yang mengasyikkan. Banyak kegiatan seperti mengenalkan berbagai tumbuhan, kegiatan outdoor, berjalan-jalan di hutan, camping dan masih banyak lagi. Semakin sering memperkenalkan hal baru pada anak juga membantu mengembangkan otaknya lebih jauh.

Selain itu Sahabat juga bisa mengajaknya untuk mengunjungi peternakan atau tempat di mana terdapat banyak hewan. Ajari berinteraksi dan mengenal berbagai hal baru tersebut padanya.

4. Bermain drama

parentcircle.com

Tak perlu mengajaknya ke kelas drama namun secara langsung Sahabat bisa mengajaknya bermain drama di rumah. Libatkan juga anggota keluarga lain untuk ikut berperan pada drama tersebut. Drama bisa diambil dari kisah dongeng yang anak kenali agar lebih mudah mengikuti alurnya.

Dengan mengajaknya lebih berekspresi akan membangun kepercayaan dirinya sehingga dapat lebih pede saat berhadapan dengan banyak orang. Jika memang menonjol dengan kegiatan ini maka Sahabat bisa mengenalkan kelas drama untuk profesional.

5. Dukung hobinya

bytdrama.com

Setiap anak pasti memiliki hobinya tersendiri dan hal ini ditunjukkan waktu menginjak usia yang dini. Beberapa hobi yang mungkin dimiliki oleh anak seperti musik, seni, tari, berhitung, sains dan masih banyak lagi.

Jika sudah menemukan hobi yang anak gemari maka akan mudah dalam mendampingi hobi tersebut. Asah juga kepercayaan dirinya dengan mengikuti kompetisi dengan banyak peserta sebayanya.

Baca juga: 7 Game Edukasi Anak Usia 1-4 Tahun untuk Bantu Kembangkan Kemampuan Anak

6. Libatkan dalam kegiatan esktrakurikuler

thoughtstranslated.com

Sahabat bisa melibatkannya dengan mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dapat melatih fisiknya. Beberapa jenis esktrakurikuler yang mungkin diikuti seperti menari, bermain bola, basket, karate dan masih banyak lagi. Biarkan anak bersosialisasi juga dengan teman sebayanya agar bisa berkembang secara mandiri.

7. Mengenalkan bentuk dan konsep gerak

kecerdasan kinestetik

twitter.com

Jika anak masih berusia dini, Sahabat bisa mengenalkan berbagai gerak dan bentuk dari obyek. Hal ini juga mempercepatnya dalam belajar mengenali huruf dengan menggunakan gerakan. Misalkan untuk membentuk huruf tertentu menggunakan anggota tubuhnya atau dengan bekerja sama membentuk huruf tersebut.

Demikian beberapa cara mengembangkan kecerdasan kinestetik pada anak. Tentunya sebagai orang tua harus bisa memberikan dukungan untuk perkembangan anak. Tak hanya mendukungnya secara materi saja namun dukungan dalam bentuk mental juga dibutuhkan. Selamat mencoba, Sahabat!

 

Click to comment

Most Popular

To Top