News

Hukuman Kebiri Kimia Kembali Jadi Perbincangan, Ini Fakta di Baliknya

kebiri kimia

Apakah hukuman ini efektif?

Jakarta – Muh Aris (20), seorang pemuda asal Mojokerto, Jawa Timur tengah menjadi perbincangan publik. Pasalnya, hukuman kebiri kimia akan dijatuhkan padanya.

Muh Aris terbukti melakukan pemerkosaan terhadap sembilan anak dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara, denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan, dan juga kebiri kimia.

Berikut ini beberapa hal tentang hukuman kebiri kimia yang sudah dirangkum Jitaksara.

Hukuman Kebiri Kimia Disahkan Pemerintah Sejak 2016

Dasar dari hukuman kebiri kimia adalah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perlindungan anak.

Perppu mengenai kebiri ini ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada Mei 2016 silam. Lalu, disahkan oleh DPR pada Oktober 2016.

Tak berhenti sampai kebiri kimia, ancaman hukuman mati pun ada pada UU tersebut.

Apa Itu Kebiri Kimia?

Kebiri kimia adalah cara untuk mengurangi dorongan seksual seseorang dengan memasukkan zat kimia anti-androgen ke dalam tubuh seseorang.

Berbeda dengan kebiri fisik yang harus melakukan amputasi organ seks eksternal pemerkosa, kebiri kimia tak perlu melakukan amputasi dan memiliki hasil yang sama dengan kebiri fisik.

Tujuan utama dari kebiri sendiri adalah untuk mengurangi produksi hormon yang berperan dalam mengatur dorongan seksual.

Apakah Kebiri Kimia Efektif?

Dilansir dari laman Kompas.com, melalui proses kebiri kimia ini diharapkan pelaku pemerkosa tidak ingin dan tidak mampu melakukan pemerkosaan lagi.

Namun, dorongan seksual manusia sebenarnya tidak berasal dari hormon testosteron saja.

Beberapa faktor lain yang memengaruhi, antara lain kondisi kesehatan seseorang, pengalaman seksual seseorang, dan juga faktor psikologisnya.

Jadi, meski telah dilakukan kebiri kimia, belum tentu dorongan seksual seseorang akan hilang sama sekali.

Efek dari kebiri kimia ini juga bersifat sementara. Artinya, jika proses berhenti, maka dorongan seksual masih bisa muncul kembali.

Efek Samping Kebiri Kimia

Selain akan menurunkan dorongan seksual seseorang, kebiri kimia juga punya efek samping lain.

Beberapa di antaranya adalah anemia, pengeroposan otak, lemah otot, lemak meningkat, hingga turunnya fungsi kognitif seseorang.

Kebiri kimia juga kemungkinan memunculkan risiko masalah jantung dan pembuluh darah.

Lalu, orang yang menerima hukuman kebiri kimia juga berpotensi untuk mengalami infertilitas karena hilangnya spermatozoa.

Pro dan Kontra Kebiri Kimia

Kebiri kimia sendiri mendatangkan pro dan kontra dari berbagai kalangan.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menolak untuk dilibatkan menjadi eksekutor dalam hukuman kebiri kimia.

IDI berpandangan jika kebiri kimia harusnya dilakukan dengan tujuan untuk merehabilitasi pelaku.

Jika kebiri kimia dilakukan untuk merehabilitasi pelaku, maka IDI siap untuk dilibatkan sebagai eksekutor.

Pandangan kontra juga datang dari para aktivis HAM. Hukuman kebiri kimia dianggap melanggar hak asasi manusia.

Meski menimbulkan pro dan kontra, hukuman kebiri kimia ini tetap bergulir.

Proses pemberian suntikan kimia ini dilakukan bersamaan dengan proses rehabilitasi agar para pelaku semakin terarah.

Click to comment

Most Popular

To Top