Family and Relationship

Syarat dan Rukun Nikah Secara Islam yang Harus Kamu Perhatikan

Sudah tahu belum apa saja rukun nikah dalam Islam?

Pernikahan merupakan ibadah terpanjang dalam hidup. Oleh karena itu menikah bukanlah hal sembarangan yang diputuskan dengan gampang.

Di dalam syariat Islam sudah diatur mengenai rukun dan syarat sahnya sebuah pernikahan. Rukun dan syarat ini wajib dipenuhi oleh seorang muslim yang akan melakukan pernikahan agar pernikahan dianggap sah dalam mata hukum dan agama. Yuk, simak informasi dari Jitaksara ini!

syarat dan rukun nikah

pinimg.com

Rukun Nikah 1: Ada mempelai laki-laki

Rukun nikah pertama ini adalah wajib, tidak mungkin akan terlaksana sebuah pernikahan jika tidak ada mempelai laki-lakinya.

Karena akad tidak bisa diwakilkan, mempelai laki-laki sendiri yang harus melaksanakan akad, karena akad merupakan proses penyerahan tanggung jawab wali mempelai perempuan kepada mempelai laki-laki.

Rukun Nikah 2: Ada mempelai perempuan

Rukun nikah selanjutnya agar pernikahan sah dalam Islam adalah adanya mempelai perempuan yang halal untuk dinikahi.

Perempuan yang boleh dan halal dinikahi adalah perempuan yang tidak memiliki pertalian darah, hubungan persusuan, atau hubungan kemertuaan dengan mempelai laki-laki.

Rukun Nikah 3: Ada wali nikah bagi perempuan

Setelah terpenuhinya rukun nikah pertama dan kedua, rukun nikah ketiga adalah adanya wali nikah bagi perempuan. Wali nikah bagi perempuan harus berjenis kelamin laki-laki.

Yang memiliki hak untuk menjadi wali nikah bagi perempuan diantaranya adalah ayah, kakek dari pihak ayah, ataupun saudara dari garis keturunan ayah mempelai wanita.

Baca juga: Susunan Acara Pernikahan Lengkap, Dari Akad Hingga Resepsi

Berikut  urutan yang berhak menjadi wali nikah, yaitu ayah, kakek dari pihak ayah, saudara laki-laki kandung (Kakak-atau adik), saudara laki-laki seayah, saudara kandung ayah (pakde atau om), atau anak laki-laki dari saudara kandung ayah.

Rukun Nikah 4: Ada saksi nikah 2 orang laki-laki

Sebuah pernikahan dianggap sah menurut hukum dan agama jika ada dua saksi laki-laki, satu saksi dari pihak mempelai wanita dan satu saksi dari pihak laki-laki.

Syarat menjadi saksi nikah adalah Islam, baligh, berakal, merdeka, laki-laki, dan adil. Saksi nikah dapat diwakilkan oleh pihak keluarga, tetangga atau orang yang dapat dipercaya untuk menjadi seorang saksi.

Rukun Nikah 5: Ijab dan qobul

Rukun nikah yang terakhir adalah ijab dan qobul. Ijab dan qobul ini wajib dilakukan tanpa pengecualian, karena ijab dan qobul ini merupakan janji suci kepada Allah SWT di hadapan penghulu, wali, dan saksi.

Saat Kalimat ijab dan qobul telah diucapkan , maka pada waktu itu mempelai laki-laki dan perempuan telah sah menjadi sepasang suami istri.

syarat dan rukun nikah

ebaba.co.id

Syarat Nikah 1: Beragama Islam bagi pengantin laki-laki dan perempuan

Dalam syariat Islam, syarat sah pernikahan yang pertama adalah mempelai laki-laki dan perempuan wajib beragama Islam.

Jika seorang muslim menikahi non muslim dengan menggunakan tata cara ijab dan qobul secara Islam, maka pernikahan tersebut dianggap tidak sah di mata agama.

Syarat Nikah 2: Bukan laki-laki mahrom bagi calon istri

Sebelum menikah, mempelai wajib melakukan pengecekan riwayat dan silsilah keluarga.

Karena salah satu syarat sah pernikahan yaitu kedua mempelai bukan merupakan mahrom, diharamkan menikah jika mempelai perempuan merupakan mahrom mempelai laki-laki dari pihak ayah.

Syarat Nikah 3: Mengetahui wali akad nikah

Menentukan wali nikah sangat penting dilakukan sebelum menikah. Mempelai laki-laki WAJIB mengetahui asal usul mempelai perempuan yang akan dinikahi.

Apabila ayah dari mempelai perempuan sudah meninggal, bisa diwakilkan oleh kakeknya atau saudara laki-laki dari keturunan ayah.

Di dalam syariat Islam juga diperbolehkan menggunakan wali hakim di dalam sebuah pernikahan.

Baca juga: 9 Harga Sewa Gedung Pernikahan di Jakarta Tahun 2019

Syarat Nikah 4: Tidak sedang melaksanakan haji

Seseorang yang sedang melakukan ibadah haji tidak diperbolehkan untuk melakukan pernikahan, meskipun ibadah haji merupakan ibadah yang segala sesuatunya dapat dilipat gandakan.

Syarat Nikah 5: Tidak karena paksaan

Syarat nikah yang terakhir adalah tidak adanya paksaan menikah dari pihak manapun.

Kedua mempelai sadar dan menginginkan pernikahan ini, karena pernikahan harus didasarkan pada inisiatif dan keikhlasan kedua mempelai untuk hidup bersama.

Nah, apakah Sahabat sudah jelas mengenai rukun dan syarat nikah dalam Islam yang diuraikan diatas? Semoga uraian di atas dapat membantu memudahkan dan melancarkan rencana pernikahan Sahabat yaa.

Click to comment

Most Popular

To Top