News

[VIRAL] Bajakah, Obat Kanker Hasil Temuan Tiga Siswa SMA Palangkaraya

Benar-benar tanaman ajaib!

Jakarta – Dalam beberapa hari terakhir, dunia digemparkan oleh kiprah tiga siswa SMA Palangkaraya yang memenangkan medali emas di Korea Selatan sebagai penghargaan atas penelitian mereka terkait tanaman bajakah.

Mungkin nama tanaman bajakah masih terasa asing, bahkan untuk masyarakat Indonesia sendiri.

Hasil dari penelitian ketiga siswa tersebut menunjukkan bahwa tanaman asli Kalimantan ini memiliki khasiat untuk menyembuhkan kanker.

Penelitian ketiga siswa SMA Negeri 2 Palangkaraya ini dimulai sejak 2018. Penelitian dilakukan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin.

Awalnya, tanaman bajakah diolah dengan cara sederhana dan dilakukan uji laboratorium. Hasilnya, akar tanaman ini memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi dan bisa digunakan untuk melawan kanker.

Mengenal Bajakah Lebih Dalam

bajakah

Dilansir dari Kompas.com (12/8/2019), bajakah adalah tanaman khas Kalimantan Tengah yang sudah turun temurun digunakan sebagai obat-obatan oleh masyarakat suku Dayak.

Tanaman bajakah sendiri sebelumnya dianggap sebagai tanaman yang berbau ‘mistis’. Hal ini diperkuat dengan tidak adanya penelitian ilmiah mengenai tanaman ini.

Melalui uji laboratorium, akar tanaman ini terbukti mengandung sekitar 40 zat yang mampu melawan kanker. Zat tersebut antara lain saponin, steorid, alkonoid, terpenoid, felonik dan tannin.

Sayangnya, tanaman ini tumbuh terbatas hanya di Kalimantan Tengah saja. Ide untuk membudidayakan tanaman ini juga belum dapat dipastikan karena kandungan yang dimiliki tentu akan berbeda, tergantung habitat tanaman ini dibudidayakan.

Tumbuh di Lahan Gambut Hutan Kalimantan

tanaman bajakah

Saat ini, bajakah hanya bisa ditemukan tumbuh di lahan gambut hutan Kalimantan saja. Tanamannya memiliki bentuk batang sulur dan tumbuh secara merambat.

Batangnya mampu merambat hingga ketinggian lima meter. Tanaman ini hanya bisa hidup di hutan yang tidak terkena banyak cahaya matahari.

Faktor-faktor di atas lah yang membuat tanaman bajakah jadi sulit untuk dibudidayakan di daerah lain.

Cara Pengolahan Bajakah sebagai Obat Kanker

Mungkin banyak dari Sahabat Jitaksara yang bertanya-tanya mengenai seperti apa pengolahan bajakah ini sebagai obat kanker?

Tanaman bajakah dapat diolah sebagai obat kanker melalui proses pengeringan dengan menggunakan sinar matahari.

Setelah mengering, tanaman akan ditumbuk sampai halus untuk kemudian direbus.

Satu gram bubuk bajakah harus direbus selama 30 menit dengan air, lalu air tersebut diminum setiap hari, sebagai pengganti air minum harian.

Jangan cemas dengan rasa air rebusan ini ya, meski berwarna seperti teh namun air rebusan ini tidak memiliki rasa alias hambar.

Hingga saat ini, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof Dr dr Aru Sudoyo menyarankan untuk melakukan uji coba khasiat tanaman ini terhadap kanker.

Menurutnya, setidaknya ada 5 fase uji klinis yang harus ditempuh suatu tanaman obat agar dapat benar-benar diklaim sebagai obat ajaib penyembuh kanker.

Masih harus sabar menanti nih, Sahabat. Semoga hasil uji tanaman ini sesuai harapan semua orang sehingga obat penyembuh kanker dapat segera ditemukan, ya. Jangan lupa bagikan informasi baik ini, Sahabat!

Click to comment

Most Popular

To Top