Travel

Visa Schengen Ditolak? Ini Dia Penyebab dan Apa yang Harus Dilakukan

Visa Schengen ditolak? Jangan panik duluan, ya!

Visa Schengen adalah visa yang digunakan untuk memasuki negara kawasan Schengen yang sudah ditetapkan oleh Uni Eropa kecuali Irlandia dan Britania Raya. Terkadang dalam mengajukan permohonan visa tersebut tidak semuanya bisa diterima. Ada beberapa alasan yang bisa membuat pengajuan tersebut ditolak oleh kedutaan terkait. Maka dari itu butuh persiapan dan pengetahuan dahulu sebelum mengajukannya.

visa schengen ditolak

applyboard.com

Penyebab visa Schengen ditolak

Dari sekian banyaknya orang yang mengajukan visa Schengen dan akhirnya ditolak, mereka mengungkapkan bahwa ada beberapa garis besar penyebab penolakan pada visa mereka. Diantaranya adalah:

  1. Terlibat kasus kriminal
  2. Terlibat jaringan terorisme
  3. Tujuan tidak jelas
  4. Dana pribadi dianggap tidak mencukupi
  5. Dokumen kurang lengkap

Baca juga: Visa Korea Ditolak? Ini Dia Penyebab yang Harus Kamu Hindari!

visa schengen ditolak

thestaffingstream.com

Apa yang harus dilakukan

Jika Sahabat termasuk salah satu dari orang yang ditolak pengajuan visa Schengennya tak perlu khawatir. Di bawah ini ada langkah-langkah yang bisa Sahabat tempuh untuk mendapatkan benda sakti tersebut. Simak baik-baik penjelasan dari Jitaksara ini, ya!

1. Asuransi untuk penolakan visa

Sebelum mengajukan visa tersebut sebaiknya Sahabat memastikan diri untuk ikut asuransi visa. Jadi bisa meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan tersebut. Asuransi ini bekerja ketika visa Sahabat ditolak maka bisa melakukan klaim sebesar 90% dari nilai pembayaran visa tersebut. Besaran ini juga tergantung perusahaan asuransi masing-masing. Langkah ini menjadi langkah preventif yang jitu karena hanya dengan membayar secuil uang saja untuk bisa mengamankan dana yang sudah terlanjur ditolak.

2. Pengajuan visa baru lagi

Langkah selanjutnya jika sudah terlanjur ditolak maka Sahabat harus tahu dahulu apa penyebab ditolaknya pengajuan tersebut. Pengajuan visa baru ini juga tergantung dari negara masing-masing. Misalnya untuk Jepang akan memberikan jeda sekitar 6 bulan, Belanda akan memberikan waktu 3 bulan dan seterusnya tergantung dari kebijakan masing-masing.

3. Melengkapi dokumen yang kurang

Jika alasan dari penolakan visa Schengen tersebut adalah dokumen yang kurang, maka Sahabat bisa melengkapinya segera. Biasanya negara dari Uni Eropa dan Amerika akan memberikan kesempatan kepada Sahabat untuk melengkapi dokumen tersebut sebelum pengajuan visa. Setelah dokumen lengkap maka Sahabat bisa langsung mengajukan permohonan untuk mendapatkan visa tersebut.

4. Mengajukan banding

Ketika penolakan tersebut ditolak, biasanya dari kedutaan terkait akan menginformasikan alasan dari penolakan dan apa saja yang bisa Sahabat lakukan setelahnya. Namun ada beberapa negara juga yang memperbolehkan Sahabat melakukan banding jika keputusannya dirasa tidak adil. Misalnya Sahabat memiliki kerabat atau diundang oleh pengundang yang berasal dari negeri tujuan. Maka pengundang tersebut yang bisa melakukan banding ke MRT (Migration Review Tribunal). Biasanya proses mengajukan banding tersebut antara 21 hari sampai 90 hari sejak penolakan diterima. Proses banding ini memakan waktu yang berbeda-beda tergantung dari negara asalnya.

5. Mengajukan visa baru di kedutaan yang berbeda

Visa Schengen merupakan visa yang dapat digunakan untuk negara kawasan Uni Eropa. Nah, jika visa Sahabat ditolak maka bisa melakukan permohonan visa baru pada kedutaan yang berbeda namun masih satu kawasan. Cara ini memang tidak direkomendasikan karena sistem mereka sudah terintegrasi satu sama lain. Namun tidak ada salahnya untuk Sahabat coba sebagai langkah terakhir. Misalnya Sahabat mengajukan visa ke kedutaan Norwegia maka bisa mencoba mengajukan ke negara Schengen lain seperti Prancis atau Belanda.

Demikian beberapa langkah yang bisa Sahabat lakukan untuk mendapatkan visa Schengen yang ditolak dan beberapa penyebab penolakan tersebut. Untuk ke depannya, Sahabat bisa lebih melakukan antisipasi jika terjadi hal yang sama.

Click to comment

Most Popular

To Top